Detail Alat TTG
Silat Smart Trainer Teknologi Tepat Guna Untuk Untuk Akselerasi Prestasi Atlet Pencak Silat Kota Bekasi
- Tahun : 2026
- Kategori : TTG Unggulan
- Nama Pengusul : JULI CANDRA
- Kab/Kota : KOTA BEKASI
- Kecamatan : BEKASI UTARA
- Kelurahan : MARGA MULYA
- Waktu Penerapan : 2025-07-01
- Abstrak/Ringkasan Proposal : <p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="font-family:"Times New Roman","serif"; mso-bidi-font-weight:bold">Pencak silat telah berevolusi dari seni bela diri tradisional warisan leluhur Nusantara menjadi cabang olahraga prestasi yang kompetitif di tingkat nasional hingga internasional. Perubahan status ini menuntut pergeseran paradigma pembinaan atlet dari metode konvensional kualitatif menuju pendekatan modern yang objektif berbasis data sains olahraga (<i>sport science</i>). Kota Bekasi memiliki potensi demografis yang luar biasa dengan 31 perguruan dan lebih dari 10.000 anggota aktif. Namun, proses pembinaan atlet pencak silat di daerah ini masih dihadapkan pada kendala klasik, seperti minimnya alat ukur kinerja fisik yang objektif, keterbatasan variasi pola latihan simulasi tanding, serta tingginya risiko cedera akibat kesalahan teknik biomekanika yang tidak terdeteksi secara dini. Evaluasi yang bertumpu pada intuisi pelatih atau penilaian visual manual menyebabkan akselerasi prestasi berjalan lambat dan sulit bersaing di era modern. Tujuan & Inovasi: Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, penelitian ini mengembangkan sebuah inovasi teknologi tepat guna yang dinamakan <i>Silat Smart Trainer</i> (SST). Perangkat pintar berbasis <i>Internet of Things</i> (IoT) ini dirancang khusus untuk atlet kategori tanding guna mengukur akurasi pukulan/tendangan, kecepatan reaksi (<i>reaction time</i>), dan kekuatan dampak hantaman (<i>impact force</i>) secara <i>real-time</i> melalui integrasi sensor <i>load cell</i>, akselerometer, sensor <i>infrared photoelectric</i> E18-D80NK/DNK18, dan indikator stimulus visual/audio (LED matriks). Data performa dikirimkan secara nirkabel ke aplikasi perangkat pintar pelatih untuk menyajikan analisis perkembangan atlet secara objektif dan memfasifikasi manajemen program kepelatihan berbasis data (<i>data-driven periodization</i>). Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan <i>Research and Development</i> (R&D) dengan mengadopsi model pengembangan ADDIE (<i>Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation</i>). Prototipe divalidasi oleh para ahli teknologi olahraga, kepelatihan silat, dan elektronika. Selanjutnya, efektivitas produk diuji melalui metode eksperimen semu (<i>Quasi-Experiment</i>) dengan desain <i>Pre-test and Post-test Control Group Design</i> yang melibatkan 30 atlet pencak silat kategori tanding Kota Bekasi selama 8 minggu (frekuensi latihan 3 kali seminggu), yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (menggunakan SST) dan kelompok kontrol (metode latihan manual konvensional). Hasil: Uji validasi ahli (<i>expert judgment</i>) menunjukkan tingkat kelayakan keseluruhan sebesar 91,5% (kategori Sangat Layak). Hasil uji coba lapangan membuktikan bahwa penggunaan SST secara signifikan mempercepat peningkatan performa fisik dan teknik atlet dibanding metode konvensional. Kelompok eksperimen mengalami kemampuan kecepatan sebesar 35,4% jauh melampaui kelompok kontrol yang hanya meningkat 11,5%. Pada parameter kekuatan dampak (<i>impact force</i>), kelompok eksperimen menunjukkan lonjakan drastis pada tendangan sabit sebesar 42,4% dan tendangan depan sebesar 39,2%, sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan masing-masing sebesar 10,6% dan 9,4%. Parameter kelincahan zona poin kelompok eksperimen juga melonjak drastis dari 60% menjadi 92%, dibandingkan kelompok kontrol yang stagnan dari 62% menjadi 71%. Kesimpulan: Integrasi <i>Silat Smart Trainer</i> (SST) terbukti secara empiris dan kuantitatif mampu mengakselerasi prestasi atlet pencak silat Kota Bekasi melalui penyediaan <i>biofeedback</i> kuantitatif yang presisi. Sebagai teknologi tepat guna yang ekonomis dan menggunakan komponen domestik, SST tidak hanya mengoptimalkan memori otot dan kemampuan motorik atlet, melainkan juga mendukung standarisasi kepelatihan daerah, mitigasi risiko cedera, serta membuka peluang pengembangan industri olahraga lokal yang berkelanjutan menuju target prestasi global<o:p></o:p></span></p>
- Link Video : https://youtu.be/GxmbnZ9b28U?si=X3Egw49zBL2TPjCP
