Detail Alat TTG
UBAH SAMPAH JADI EMAS Teknologi Tepat Guna Pengelolaan Bank Sampah Berbasis Digital dan Internet of Things (IoT) untuk Mendukung Ekonomi Sirkular dan Smart City di Kota Bekasi
- Tahun : 2026
- Kategori : TTG Unggulan
- Nama Pengusul : HARI SAPTO YUDIARSO
- Kab/Kota : KOTA BEKASI
- Kecamatan : BEKASI BARAT
- Kelurahan : KRANJI
- Waktu Penerapan : 2025-11-30
- Abstrak/Ringkasan Proposal : <p class="MsoListParagraph" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom: 0cm;margin-left:21.3pt;mso-add-space:auto;text-align:justify;text-indent:-21.3pt; line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1"><!--[if !supportLists]--><b><span style="font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin">1.<span style="font:7.0pt "Times New Roman""> </span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-size:12.0pt">ABSTRAK / RINGKASAN PROPOSAL<o:p></o:p></span></b></p><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;text-align:justify;line-height: normal"><span style="font-size:12.0pt">Pengelolaan bank sampah yang selama ini dilakukan secara konvensional masih menghadapi berbagai kendala, antara lain pencatatan administrasi yang manual, keterbatasan transparansi transaksi, rendahnya akurasi data, sulitnya proses monitoring, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung tata kelola persampahan. Kondisi tersebut mengakibatkan pengelolaan sampah belum mampu memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi secara maksimal bagi masyarakat. Sebagai bentuk implementasi Teknologi Tepat Guna (TTG), Ubah Sampah Jadi Emas, merupakan model pengelolaan Bank Sampah berbasis Digital dan <i style="">Internet of Things</i> (IoT) yang mengintegrasikan teknologi digital dengan pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem pengelolaan sampah yang modern, transparan, efisien, dan berkelanjutan. Inovasi ini tidak hanya berupa aplikasi pencatatan transaksi, tetapi membangun sistem terpadu yang mencakup proses pemilahan sampah dari rumah tangga, penimbangan menggunakan timbangan digital berbasis IoT, pencatatan transaksi secara elektronik, penyimpanan data pada basis data terintegrasi, penyajian dashboard monitoring secara real time, pelaporan otomatis, hingga pengembangan nilai ekonomi melalui skema konversi tabungan sampah menjadi tabungan emas melalui kemitraan dengan sektor perbankan. Pengembangan inovasi dilakukan menggunakan pendekatan <i style="">problem-driven innovation</i> dengan tahapan identifikasi kebutuhan masyarakat, perancangan sistem, pengembangan aplikasi, implementasi teknologi, uji operasional, pelatihan pengurus dan masyarakat, serta evaluasi berkelanjutan. Seluruh proses dirancang agar mudah dioperasikan oleh masyarakat, menggunakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan lokal, memiliki biaya implementasi yang terjangkau, serta dapat direplikasi pada wilayah lain tanpa memerlukan investasi yang tinggi.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;text-align:justify;line-height: normal"><span style="font-size:12.0pt">Hingga saat ini, telah diimplementasikan secara nyata di Kelurahan Kranji, khususnya di RW 09 dan digunakan oleh lebih dari 50 Kepala Keluarga (KK) sebagai nasabah aktif Bank Sampah. Seluruh transaksi telah terdokumentasi secara digital melalui aplikasi sehingga meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta kemudahan monitoring oleh pengelola, pemerintah kelurahan, dan pemangku kepentingan lainnya. Selain memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat, inovasi ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah, mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), memperkuat budaya gotong royong, serta mendukung implementasi prinsip ekonomi sirkular di tingkat komunitas. Keberhasilan implementasi KSWE didukung oleh kolaborasi multipihak yang melibatkan Pemerintah Kelurahan Kranji, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Universitas Bina Insani, komunitas lingkungan, serta sektor perbankan/lembaga keuangan. Program ini telah memperoleh dukungan pemerintah sejak tahap perencanaan hingga operasional, ditandai dengan peresmian Bank Sampah Digital yang dihadiri oleh Lurah Kranji dan Dinas Lingkungan Hidup. Keberhasilan tersebut juga mendorong meningkatnya minat dari beberapa wilayah sekitar untuk mereplikasi model pengelolaan yang telah dikembangkan. Dengan berbagai capaian tersebut, Aplikasi Ubah Sampah Jadi Emas diharapkan dapat menjadi model inovasi pengelolaan Bank Sampah berbasis Digital dan <i style="">Internet of Things</i> (IoT) yang mampu memperkuat tata kelola persampahan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendukung transformasi digital pelayanan publik, serta menjadi model replikasi bagi Posyantek dan pemerintah daerah lainnya dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berorientasi pada pembangunan ekonomi sirkular.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;text-align:justify;line-height: normal"><span style="font-size:12.0pt"> </span></p><p> </p><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;text-align:justify;line-height: normal"><b><span style="font-size:12.0pt">Kata Kunci:</span></b><span style="font-size:12.0pt"> Teknologi Tepat Guna, Bank Sampah Digital, <i>Internet of Things</i> (IoT), Ekonomi Sirkular, Pemberdayaan Masyarakat, Smart City.<o:p></o:p></span></p>
