Detail Alat TTG

Sistem Informasi Terintegrasi Koperasi Merah Putih dalam mempersiapkan Stok Bahan Baku SPPG di Kota Bekasi

  • Tahun : 2026
  • Kategori : Inovasi TTG
  • Nama Pengusul : Adi Muhajirin, Dhony Haryanto, Nizar Bagoes Rabbani
  • Kab/Kota : KOTA BEKASI
  • Kecamatan : MUSTIKAJAYA
  • Kelurahan : PADURENAN
  • Waktu Penerapan : 2026-08-01
  • Abstrak/Ringkasan Proposal : <p class="MsoNormal" style="margin-bottom:9.35pt;text-align:justify;line-height: 114%;border:none;mso-padding-alt:31.0pt 31.0pt 31.0pt 31.0pt;mso-border-shadow: yes"><span lang="SV" style="font-size:12.0pt;line-height:114%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif; mso-fareast-font-family:&quot;Google Sans&quot;;color:#1F1F1F;mso-ansi-language:SV">Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Kota Bekasi merupakan pilar strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan, kecukupan gizi, dan prestasi belajar anak sekolah secara merata. Namun, efektivitas operasional program berskala masif ini sangat bergantung pada keberadaan rantai pasok bahan baku makanan yang tidak hanya stabil dan higienis, tetapi juga tepat waktu dalam hitungan jam. Ketidakpastian logistik konvensional, fluktuasi harga, dan pendeknya masa simpan bahan pangan segar sering kali memicu hambatan distribusi yang krusial. Guna mengatasi kesenjangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang, menguji, dan mengimplementasikan Sistem Informasi Terintegrasi Koperasi Merah Putih. Sistem ini berfungsi sebagai platform rantai pasok digital hulu-ke-hilir (<i>end-to-end digital supply chain</i>) yang mensinergikan regulator SPPG, Koperasi Merah Putih sebagai agregator logistik dan finansial, serta sekolah-sekolah sebagai penerima manfaat langsung di Kota Bekasi. Dalam arsitekturnya, sistem ini mengintegrasikan tiga modul <i>dashboard</i> utama yang saling bertukar data secara <i>real-time</i> (<i>two-way data synchronization</i>). Pertama, <i>Dashboard</i> SPPG memfasilitasi monitoring sebaran penerima manfaat, pelacakan armada logistik, rekonsiliasi keuangan berbasis <i>Virtual Account</i> (VA), serta kepatuhan protokol keamanan pangan (<i>food safety</i>). Kedua, <i>Dashboard</i> Koperasi mengotomatisasikan estimasi kebutuhan bahan mingguan berdasarkan resep standar, mengelola direktori <i>supplier</i> lokal, serta menyajikan indikator pengadaan otomatis menggunakan logika <i>Reorder Point</i> (ROP). Ketiga, <i>Dashboard</i> Sekolah menyediakan fitur umpan balik interaktif berupa pengisian formulir <i>rating</i> kualitas rasa, porsi, dan kebersihan menu makanan harian oleh pihak sekolah. Metodologi pengembangan perangkat lunak menggunakan <i>Software Development Life Cycle</i> (SDLC) model <i>Waterfall</i> terstruktur dengan pendekatan pengumpulan data campuran (<i>mixed-methods</i>) melalui wawancara mendalam, observasi fisik alur distribusi, kuesioner digital, dan studi dokumentasi laporan keuangan Koperasi. Hasil pengujian fungsional dan analisis kelayakan teknis menunjukkan bahwa sistem ini mampu menyajikan transparansi rantai pasok secara seketika (<i>real-time</i>), meminimalkan risiko <i>human error</i> dalam kalkulasi tonase hingga mendekati 0%, serta menjamin ketertelusuran (<i>traceability</i>) bahan baku pangan jika terjadi kontaminasi. Pengujian pembebanan server (<i>stress testing</i>) membuktikan ketangguhan sistem dengan rata-rata waktu respons server hanya 1,2 detik pada lalu lintas puncak. Secara ekonomis, sistem ini dinilai sangat layak (<i>marketable</i>) untuk direplikasi di wilayah lain karena terbukti mampu memotong mata rantai distribusi tengkulak yang tidak efisien, menurunkan biaya operasional pengadaan hingga 15%, serta meningkatkan pendapatan peternak dan petani lokal Bekasi sebesar 15%-20%. Selain itu, implementasi sistem ini secara nyata berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi melalui optimalisasi retribusi penggunaan aset daerah, bagi hasil Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi, dan penguatan sirkulasi ekonomi pelaku UMKM setempat.<o:p></o:p></span></p>
  • Link Video : https://sppgbekasi.space-z.ai/