Detail Alat TTG

Rancang Bangun Sistem Pengolahan Air Kondensasi AC sebagai Sumber Nutrisi untuk Hidroponik Deep Water Culture Berbasis Teknologi IoT “FloraMind”

  • Tahun : 2025
  • Kategori : Inovasi TTG
  • Nama Pengusul : Nevio VIko Farreli
  • Kab/Kota : KOTA BEKASI
  • Kecamatan : PONDOKGEDE
  • Kelurahan : JATIWARINGIN
  • Waktu Penerapan : 2025-07-13
  • Abstrak/Ringkasan Proposal : <p class="MsoBodyText" style="margin-top:9.2pt;margin-right:53.95pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:54.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent: 36.0pt;line-height:150%">Inovasi ini bertujuan untuk mengembangkan sistem yang memanfaatkan air kondensasi dari Air Conditioner (AC) pada hidroponik Deep Water Culture untuk mendukung pertanian perkotaan secara berkelanjutan. Air kondensasi yang biasanya terbuang percuma diolah menjadi air bersih yang dapat dimanfaatkan secara efisien. Secara fundamental inovasi ini hanya berdasar pada dua aspek utama: pertama, pemanfaatan air kondensasi AC sebagai solusi berkelanjutan yang sering diabaikan, dan kedua, integrasi sistem pengolahan air kondensasi dengan sistem pertanian presisi berbasis teknologi Internet of Things (IoT). Integrasi dengan teknologi Internet of Things memungkinkan otomatisasi dalam sistem irigasi untuk tanaman dan pemantauan kondisi tanaman secara instan yang dapat dilihat menggunakan perangkat elektronik dimanapun, sehingga sistem ini tidak hanya efisien tapi juga inovatif dalam pemanfaatan sumber daya.</p><p class="MsoBodyText" style="margin-top:9.2pt;margin-right:53.95pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:54.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent: 36.0pt;line-height:150%">Pengolahan air kondensasi AC dilakukan melalui metode filtrasi 3 tahap yang menggunakan&nbsp; bio alkaline ceramic ball, negative ion ceramic ball, bio mineral ceramic ball, dan pasir silika, guna memastikan kualitas air yang dihasilkan memenuhi standar air bersih. Sistem ini juga terintegrasi dengan sensor kelembaban tanah, sensor TDS, dan sensor pH air, guna memastikan kondisi tanaman dan kualitas air setelah melalui tahapan filtrasi. Sistem juga dilengkapi dengan floatswitch yang berfungsi untuk mengontrol pompa irigasi sehingga, irigasi sistem ini dapat berjalan secara otomatis. Hasil menunjukan bahwa air kondensasi AC yang telah difiltrasi mampu mendukung pertumbuhan tanaman seperti pakcoy serta sistem ini memiliki potensi signifikan untuk mengurangi penggunaan air bersih secara berlebihan. Dengan demikian, sistem ini menawarkan model yang efisien dan inovatif dalam pemanfaatan sumber daya air, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan lahan dan air.</p><p class="MsoBodyText" style="margin-top:9.2pt;margin-right:53.95pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:54.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent: 36.0pt;line-height:150%"><br></p><p class="MsoBodyText" style="margin-top:0cm;margin-right:53.9pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:18.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent: 36.0pt;line-height:150%"><b><i><span lang="id">Kata Kunci : Internet of Things, Deep Water Culture, Air kondensasi AC</span></i></b><span lang="id"><o:p></o:p></span></p>
  • Link Video : https://drive.google.com/drive/folders/18LXGJXxV-GbqQZExAe1u8605iYnrWvz8