Detail Alat TTG
PAK OGAH TRAFFIC CONTROLLER (POT CONTROL)
- Tahun : 2025
- Kategori : Inovasi TTG
- Nama Pengusul : timbul putu wiryo
- Kab/Kota : KOTA BEKASI
- Kecamatan : MEDAN SATRIA
- Kelurahan : MEDAN SATRIA
- Waktu Penerapan : 2025-07-13
- Abstrak/Ringkasan Proposal : <p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><i>Masalah yang lumrah terjadi di daerah perkotaan adalah masalah kemacetan. Hal ini terutama disebabkan oleh semakin meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas di jalan raya yang sudah tak sebanding dengan kemampuan jalan untuk menampungnya. Tempat yang paling umum terjadi kemacetan adalah di daerah persimpangan. Namun sekalipun persimpangan tersebut sudah dilengkapi lampu lalu lintas, kemacetan tetaplah terjadi. Penyebabnya adalah tidak meratanya beban jumlah kendaraan di tiap jalur. Terutama di jam jam sibuk beberapa jalur sangat padat dengan kendaraan, namun jalur lain sering terjadi hampir kosong. <o:p></o:p></i></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><i>Di sisi lain, hal ini dimanfaatkan beberapa orang yang sering disebut dengan nama “Pak Ogah” untuk menarik keuntungan. Para “Pak Ogah” ini membantu mengatur lalu lintas dengan bayaran serelanya. Sekalipun hal ini cukup bermanfaat bagi para pengguna jalan raya, namun di beberapa di kawatirkan keberadaan mereka akan membuat masalah sosial di kemudian hari, terutama di daerah daerah kumuh atau rawan kejahatan. <o:p></o:p></i></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><i>PAK OGAH TRAFFIC CONTROLLER (POT-C) menawarkan solusi sebagai lampu lalu lintas pintar yang dapat mengatur seara otomatis lamanya lampu merah atau lampu hijau menyala sesuai dengan babn kepadatan lalu lintas.. Sistem ini menggunakan mikrokontroler arduino dengan sensor infra merah dapat mendeteksi jalur mana yang cukup padat dan mana yang tidak. Jika satu jalur cukup padat maka lamanya lampu merah menyala serta lampu hijau di jalur lain dapat dipersingkat.<o:p></o:p></i></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><i>Dengan alat ini beban petugas kepolisian menjadi lebih ringan. Masalah sosial yang potensial dapat terjadi karena keberadaan "Pak Ogah" pun dapat dikurangi. Namun dalam penerapannya, alat ini tetap memerlukan koordinasi dengan dinas perhubungan pemerintah daerah setempat untuk bisa dipasang dan digunakan di lampu merah di tiap persimpangan jalan. <o:p></o:p></i></p><p> </p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><i>Kata kunci : kemacetan, persimpangan, lampu lalu lintas, mikrokontroler, sensor, kepadatan<o:p></o:p></i></p>
- Link Video : https://youtu.be/s5UScMPqGrQ
