Detail Alat TTG

PLASTRIK (Pembangkit Listrik Tenaga Plastik)

  • Tahun : 2025
  • Kategori : Inovasi TTG
  • Nama Pengusul : Muhammad Ammar Hidayat
  • Kab/Kota : KOTA BEKASI
  • Kecamatan : PONDOKMELATI
  • Kelurahan : JATIMELATI
  • Waktu Penerapan : 2025-05-25
  • Abstrak/Ringkasan Proposal : <p data-start="136" data-end="559"><strong data-start="136" data-end="148">Plastrik</strong> merupakan salah satu inovasi dalam penerapan <em data-start="194" data-end="216">Teknologi Tepat Guna</em> (TTG) yang dirancang untuk mendukung kegiatan ramah lingkungan di lingkungan sekolah, khususnya dalam upaya mewujudkan Sekolah Adiwiyata. Inovasi ini berfokus pada pemanfaatan sampah plastik, yang selama ini menjadi salah satu permasalahan utama dalam pengelolaan limbah, menjadi sumber energi terbarukan melalui proses pembakaran terkontrol.</p><p data-start="561" data-end="1187">Konsep utama dari Plastrik adalah membakar sampah plastik dalam sebuah ruang pembakaran khusus yang telah dilengkapi dengan sistem penyaring polusi berbasis arang aktif karbon. Penyaring ini berfungsi untuk menurunkan emisi gas berbahaya yang dihasilkan selama proses pembakaran, sehingga tetap ramah lingkungan dan aman digunakan di lingkungan sekolah. Energi panas yang dihasilkan dari pembakaran tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik melalui prinsip perbedaan suhu (<em data-start="1057" data-end="1080">thermoelectric effect</em>) antara sumber panas (api hasil pembakaran) dan pendingin berupa air dingin atau heatsink pada suhu ruang.</p><p data-start="1189" data-end="1618">Energi listrik yang dihasilkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ringan di sekolah, seperti menyalakan lampu LED, mengisi daya perangkat kecil, atau menjadi sumber belajar siswa dalam memahami konsep energi terbarukan dan daur ulang. Selain bermanfaat secara fungsional, Plastrik juga dapat menjadi media edukasi praktis yang mendukung pembelajaran lintas disiplin, seperti IPA, teknologi, dan pendidikan lingkungan hidup.</p><p> </p><p data-start="1620" data-end="2085">Penerapan alat ini di lingkungan sekolah diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa, guru, dan seluruh warga sekolah terhadap pentingnya pengelolaan sampah, pemanfaatan energi alternatif, serta upaya pelestarian lingkungan. Dengan demikian, Plastrik tidak hanya berfungsi sebagai alat pengolah sampah, tetapi juga sebagai simbol dan sarana pembelajaran dalam mewujudkan budaya sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, sesuai dengan prinsip Sekolah Adiwiyata.</p>
  • Link Video : https://youtu.be/jnDn4xKFAH8?si=g1ZUclcPfDxkCREY