Informasi
- Author: Administrator
- Last Update: 18 Aug 2024 04:35:08
Inovasi "BOLU KUKUS KUNING": Menanggulangi Kasus Gizi Kurang dan Stunting di Bojong Rawalumbu
Inovasi "BOLU KUKUS KUNING": Menanggulangi Kasus Gizi Kurang dan Stunting di Bojong Rawalumbu
Dalam upaya menanggulangi masalah gizi kurang dan stunting di Kota Bekasi, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Bojong Rawalumbu telah meluncurkan inovasi terbaru yang dikenal dengan nama "BOLU KUKUS KUNING". Inovasi ini merupakan respons terhadap meningkatnya kasus gizi kurang pada balita di wilayah tersebut, terutama sejak dimulainya pandemi COVID-19 pada tahun 2020. Masalah ini menjadi perhatian serius karena kondisi gizi kurang pada balita dapat mengakibatkan gagal pertumbuhan yang berujung pada stunting, yang mana memiliki dampak jangka panjang terhadap perkembangan fisik dan kognitif anak.
"Inovasi 'BOLU KUKUS KUNING' bertujuan untuk menurunkan prevalensi gizi kurang pada balita dan mencegah terjadinya stunting melalui berbagai intervensi yang terintegrasi," ungkap Kepala UPTD Puskesmas Bojong Rawalumbu, Dr. Fitriani Indah Sari, dalam konferensi pers yang digelar pada hari Kamis (tanggal pelaksanaan).
Langkah-langkah utama yang tercakup dalam inovasi ini meliputi pelayanan Antenatal Care (ANC) bagi ibu hamil untuk memastikan kecukupan gizi selama kehamilan, suplementasi tablet tambah darah untuk mencegah anemia pada ibu hamil, serta pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin. Selain itu, program ini juga mencakup pemberian Paket Makanan Tambahan (PMT) dari Lembaga Amil Zakat Baitul Mal Babbut Taubah untuk balita gizi kurang, sebagai upaya untuk meningkatkan asupan nutrisi mereka.
"Ini bukan hanya tentang memberikan makanan tambahan, tapi juga tentang edukasi kepada ibu-ibu tentang pentingnya gizi yang seimbang dan pola hidup sehat di rumah tangga," tambah Dr. Fitriani.
Inovasi "BOLU KUKUS KUNING" juga melibatkan kerja sama lintas program dalam kegiatan surveilans gizi, termasuk Promosi Kesehatan (PROMKES) PHBS di rumah tangga, edukasi sanitasi rumah oleh petugas Kesling, dan screening TB paru. Pendekatan yang komprehensif ini diharapkan dapat meminimalkan risiko gizi buruk dan stunting di kalangan balita, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi yang baik.
Dukungan dari peraturan terkait seperti Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga dan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Stunting 2018-2024 menjadi landasan yang kuat bagi implementasi inovasi ini.
Melalui "BOLU KUKUS KUNING", UPTD Puskesmas Bojong Rawalumbu berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan prevalensi gizi kurang dan stunting di wilayahnya. Program ini tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan dan edukasi, dengan tujuan akhir meningkatkan kualitas hidup anak-anak serta mengurangi beban jangka panjang akibat masalah gizi di masa depan.
